Jumat, 19 Agustus 2011

Sikapi perbatasan tetap NKRI harga mati

Perbatasan kecolongan. Warga Malaysia seenaknya mengibarkan bendera kebangsaannya ketika memasuki wilayah Indonesia. Tak sengaja atau pelecehan terhadap NKRI?
BENGKAYANG – Warga Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang dibuat resah oleh aksi nekat pengendara mobil merek Hilux warna silver, Sabtu (13/8) yang mengibarkan bendera Malaysia di mobilnya, ketika melewati Seluas.
“Kami selaku rakyat NKRI tidak terima berkibarnya bendera Malaysia di wilayah kita, walaupun kami dianaktirikan pemerintah pusat,” kata Syaiful, Warga Desa Seluas Kecamatan Seluas kepada Equator, Kamis (18/8).
Syaiful mengaku lebih memilih menjadi warga NKRI dibandingkan menjadi warga Malaysia, dengan kondisi minimnya pembangunan. “Kami tetap cinta bendera merah putih dan setia kepada Pancasila,” ujar ayah satu putri ini.
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 08.30. Sebuah mobil melintas dari arah Jagoi Babang menuju Bengkayang. Di mobil tersebut berkibar bendera Malaysia. “Merek mobilnya Hilux. Pas waktu itu Bupati Bengkayang ada di Kantor Camat Seluas melantik Ketua DAD Kecamatan Seluas,” ujar Syaiful.
Syaiful meyakini, warga di Kabupaten Bengkayang memastikan tak ada yang berani mengibarkan bendera Malaysia. Jadi sangat dimaklumi kalau pelakunya adalah warga Malaysia. “Seharusnya aparat keamanan Indonesia di wilayah perbatasan jangan bersikap lunak kepada warga Malaysia yang masuk ke Indonesia. Masa seenaknya masuk Indonesia dengan mengibarkan bendera Malaysia,” katanya.
Ini, ujar dia, nyata-nyata telah menginjak-injak harga diri NKRI. Apalagi Indonesia dalam suasana memeriahkan HUT ke-66 RI. “Apabila mobil tersebut pulang dan melintas di Seluas, mungkin pengendaranya akan babak belur dihajar warga Seluas,” kata Syaiful.
AKBP Mosyan Nimitch SIK, Kapolres Bengkayang, dikonfirmasi menjelaskan, mobil tersebut memang mengibarkan bendera Malaysia saat masuk wilayah Indonesia. Pelakunya mengaku lupa untuk melepaskan bendera tersebut berhubung di Malaysia juga sedang memeriahkan hari kemerdekaan.
Kebiasaan Malaysia, selama sebulan diperingati HUT Kemerdekaan yang jatuh pada 31 Agustus. Namun kewajiban warga di negeri jiran itu harus memasang bendera dan memeriahkan mulai tanggal 1, lazim disebut bulan merdeka.
“Pengendara tersebut orang Bau Serawak Malaysia, surat-menyurat masuk Indonesia dan mobil lengkap setelah kami periksa. Mobil tersebut ditangkap di Pos keamanan di Segorong Kecamatan Seluas,” tegas Nimitch.