Rabu, 23 Februari 2011

PNS pensiun tidak sih....

Simpang siur yang terjadi dalam banyak hal sering kali membingungkan orang. salah satunya adalah sms yang banyak diterima orang termasuk saya sendiri tentang gaji pns terutama guru yang dibuat pergolongan.

Dalam percakapan dengan kawan-kawan di lingkungan kerja saya yang mengkhawatirkan dengan kenaikan gaji tetapi juga dengan tidak adanya dana pensiun pada saatnya nanti muncul juga dalam percakapan itu.

Dalam keisengan saya bertanya pada mbah Google, saya sempat menemukan sebuah berita yang mungkin dapat memberikan sedikit jawaban untuk hal itu. Berita ini saya Copy Paste saja dari Okezone.com tanggal 28 Juli 2010 dengan judul  :

Kemendiknas Desak PMK Tunjangan Guru Direvisi


Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) meminta Kementerian Keuangan untuk merevisi peraturan Menkeu atas pembayaran tunjangan guru sehingga bulan depan tunjangan itu turun.

Direktur Profesi Pendidik Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kemendiknas Ahmad Dasuki mengatakan, peraturan menteri yang dimaksud adalah Permenkeu No 101/PMK/.05/2010.

Katanya, jika sudah direvisi maka tunjangan profesi bagi guru akan segera cair bulan depan atau Agustus ini. Tunjangan profesi bagi guru, yakni satu kali gaji pokok perbulan. Kalau direvisi maka tunjangan akan dirapel untuk enam bulan ke belakang.  "Kami sudah mengirimkan surat tertanda mendiknas kepada menkeu agar permenkeu itu direvisi," tandasnya ketika ditemui di Jakarta.

Jumlah guru yang akan mendapatkan tunjangan profesi tahun ini mencapai 573.000 guru dari total 2,8 juta guru di Indonesia. Dalam APBN, Kemendiknas menganggarkan dana hingga 70 persen dari Rp214 triliun total APBN hanya untuk gaji dan tunjangan guru. "Pembayaran tunjangan akan dilakukan bertahap. Namun untuk pembayaran tunjangan 573.000 ini sudah siap dananya tinggal tunggu revisi menkeu. Untuk 100.000 guru kami siapkan dana Rp3 triliun," jelasnya.

Dasuki menjelaskan, seharusnya sudah sejak tahun lalu tunjangan profesi mesti dibayarkan. Akan tetapi ada kesalahan dari Kemenkeu dalam penerbitan permen tersebut karena tidak sesuai dengan UU Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005. Permenkeu itu, jelasnya, mengubah aliran dana tunjangan profesi yang awalnya masuk ke dana dekonsentrasi tapi jelang 2010 ditransfer ke Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten kota. Ketidaksinkronin ini menyebabkan kemacetan aliran karena harus mengulang persyaratan pembayaran tunjangan.

Padahal Kemendiknas untuk memperbanyak pundi agar bisa membayar tunjangan profesi ini mengambilnya dari dana yang seharusnya untuk pembayaran tunjangan pension guru sebesar Rp2,5 juta per guru dan tunjangan Rp5 juta bagi anak yang orangtuanya dianggap sebagai guru berprestasi. "Makanya sekarang kami konsentrasi ke tunjangan profesi agar secepetnya bisa turun bulan depan," ungkap Dasuki.

Dasuki menambahkan, tahun ini juga akan diangkat 38.000 hingga 58.000 guru bantu sementara oleh pemerintah menjadi PNS. Guru yang akan diangkat tanpa tes yakni yang memenuhi persyaratan masa bekerja sebelum tahun 2005, honor dibayar melalui APBN atau APBD dan guru yang diangkat oleh bupati ataupun walikota. Katanya, Juli ini hingga September masih dilakukan pendataan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dirinya menjanjikan, guru yang diangkat tanpa tes akan diangkat pada November.

Dasuki juga menandaskan, tunjangan pensiun tidak akan diberikan kepada guru yang umurnya lebih dari 50 tahun. Katanya, ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 38 tahun 1997 dimana guru diatas umur 50 tahun bisa diangkat statusnya akan tetapi tidak akan mendapatkan tunjangan pensiun.

Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2010/07/28/373/357266/373/kemendiknas-desak-pmk-tunjangan-guru-direvisi

Selasa, 15 Februari 2011

Hosni Mubarak dari Mesir

Masuk sebagai pahlawan, keluar sebagai pecundang. Itulah kisah berulang kehidupan para pemimpin besar dunia yang terjebak dalam jabatan yang disandangnya. Kali ini, kisah itu menimpa Presiden Mesir Hosni Mubarak.

Meski terpisah jarak ribuan kilometer dan memimpin dua negeri yang jauh berbeda di zaman yang berbeda pula, kisah kehidupan Mubarak seperti mengingatkan pada kisah hidup presiden ke-2 RI, Soeharto.


Kedua tokoh itu memiliki latar belakang kehidupan yang hampir sama: meniti karier militer yang gemilang, naik ke pucuk kepemimpinan nasional setelah sebuah tragedi berdarah, berhasil memajukan negara masing-masing secara ekonomi, memerintah dengan tangan besi tetapi menikmati dukungan penuh negara-negara kampiun demokrasi dan penegak HAM dari Barat, serta bahkan terjatuh dari takhta dengan cara yang kurang lebih serupa.


Muhammad Hosni Sayyid Mubarak lahir di kota Kafr El-Meselha, Provinsi Monufia, di kawasan subur Delta Sungai Nil, 4 Mei 1928. Ayahnya pegawai negeri rendahan di Kementerian Kehakiman Mesir waktu itu.


Tak banyak yang diketahui soal masa kecil Mubarak. Mirip seperti Soeharto, kisah kehidupannya seolah dimulai saat ia bergabung dengan militer. Jika Soeharto menempuh jalur Angkatan Darat, Mubarak muda tertarik menjadi pilot pesawat tempur.


Setelah lulus dari Akademi Militer Mesir, 1949, Mubarak masuk Akademi Angkatan Udara Mesir. Ia lulus sebagai perwira pilot pada 13 Maret 1950 dan bergabung dalam skuadron pesawat tempur Spitfire sebelum kembali ke akademi menjadi instruktur pesawat tempur hingga akhir dekade 1950-an.


Di Angkatan Udara inilah karier Mubarak melesat. Memasuki dekade 1960-an, yang merupakan puncak ketegangan Perang Dingin antara blok Barat dan Timur, Mubarak mengikuti beberapa pelatihan penerbang di Uni Soviet (termasuk menjadi pilot pesawat pengebom Ilyushin Il-28 dan Tupolev Tu-16) serta mengikuti pendidikan pascasarjana militer di Akademi Militer Frunze di Moskwa, Rusia.


Pulang ke Mesir, ilmu yang didapat dari Uni Soviet membuat Mubarak dipercaya menjadi komandan skuadron dan kemudian pada Oktober 1966 diangkat sebagai Komandan Pangkalan Udara Kairo Barat lalu dipindah sebagai Komandan Pangkalan Udara di Beni Suef. Kariernya terus menanjak, menjadi Komandan Akademi Angkatan Udara pada November 1967, kemudian menjadi Kepala Staf AU Mesir dua tahun kemudian.


Susanna Kim, dalam laporannya di ABC News (www.abcnews.go.com) 2 Februari lalu, menyebutkan, sebagian besar kekayaan Mubarak, yang totalnya saat ini 40-70 miliar dollar AS (Rp 357 triliun-Rp 625 triliun) diperoleh dari beberapa kontrak militer yang ia buat selama menjabat sebagai perwira tinggi di AU ini.


Pada saat pecah Perang Yom Kippur atau Perang Oktober melawan Israel pada 1973, Mubarak, yang berpangkat mayor jenderal pada waktu itu, sudah menjabat sebagai Panglima Angkatan Udara dan Wakil Menteri Pertahanan Mesir. Inilah momen penting dalam karier Mubarak, yang serupa dengan momen yang didapat Soeharto saat ditunjuk sebagai Panglima Komando Mandala untuk pembebasan Irian Barat, 1962.


Dalam perang keempat antara Mesir dan Israel itu, Mubarak berhasil mengorganisasi sistem pertahanan udara yang mampu menahan serangan masif Angkatan Udara Israel. Dalam situs AU


Mesir (www.mmc.gov.eg) disebutkan, berkat perencanaan matang, disiplin tinggi, dan kecermatan memilih para pembantunya, Mubarak berhasil menahan gempuran lebih dari 200 pesawat tempur Israel dalam pertarungan udara selama lebih dari 50 menit di atas Pangkalan Udara Mansoura, Mesir, 14 Oktober 1973.


Mubarak pun menjadi pahlawan. Berkat prestasinya ini, pangkat Mubarak dinaikkan menjadi marsekal utama (setingkat letnan jenderal).


Begitu terkesannya Presiden Mesir Anwar Sadat waktu itu dengan figur Mubarak sehingga dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Wakil Presiden Mesir dan menjadi salah satu anggota senior Partai Nasional Demokrat (NDP) yang berkuasa. Inilah perkenalan pertama Mubarak dengan dunia politik.


Saat Soeharto naik ke kekuasaan di atas puing-puing tragedi berdarah G30S 1965, demikian juga Mubarak yang menjadi Presiden Mesir dan Ketua NDP setelah pembunuhan Anwar Sadat pada 1981. Entah bagaimana, Mubarak, yang duduk persis di sebelah Sadat dalam sebuah parade militer di Kairo, 6 Oktober 1981, selamat dari serangan granat dan berondongan senapan otomatis para prajurit Mesir yang tak suka dengan kebijakan Sadat membuat perjanjian damai dengan Israel.


Latar belakang peristiwa tragis itulah yang membuat Mubarak menerapkan kembali Undang-Undang Darurat (UU No 162/1958) di Mesir sejak hari pertama ia menjabat presiden hingga ia diturunkan paksa oleh Revolusi Nil, Jumat lalu.


Sebagaimana Soeharto, yang mempertahankan UU Subversi (UU No 11/PNPS/1963), Mubarak menggunakan UU Darurat itu untuk membabat habis lawan-lawan politik dan setiap potensi yang mengancam kedudukannya. UU itu memberi wewenang ekstra luas bagi polisi untuk menangkap, menahan, dan menyiksa seseorang yang diduga akan melawan pemerintah tanpa melalui proses pengadilan.


Meski menggunakan tangan besi dan menjalankan pemerintahan tak demokratis selama hampir tiga dekade kekuasaannya, Mubarak mendapat dukungan penuh dari AS dan negara Barat lainnya. Jika sepanjang era Orde Baru Soeharto mendapat dukungan penuh AS dan Blok Barat untuk membendung pengaruh komunisme, Mubarak didukung Barat untuk membendung ekstremisme Islam dan sentimen anti-Israel.


Di panggung internasional inilah, Mubarak menunjukkan kepiawaian berpolitik kelas dunia. Saat mewarisi kursi presiden dari Anwar Sadat, Mubarak dihadapkan pada kenyataan negaranya dikucilkan Dunia Arab gara-gara perjanjian damai dengan Israel pada 1979. Mesir dipecat dari Liga Arab dan Sekretariat Liga Arab dipindah dari Kairo ke Tunis, Tunisia.


Namun, itu semua tak membuat ia surut dan membatalkan perjanjian damai itu. Mubarak sadar betul, perdamaian dengan Israel, ditambah kebijakan politik sekuler di dalam negeri dan arti vital Terusan Suez, adalah kartu truf tak ternilai harganya di hadapan dunia Barat.


Maka, ia pun berusaha memperbaiki hubungan dengan dunia Arab melalui jalan lain, yakni memanfaatkan konflik, yang sering terjadi di kawasan Timur Tengah. Menurut Al-Jazeera, Mesir dengan cerdik memutuskan memihak dan membantu Irak dalam Perang Iran-Irak untuk mengambil hati Saddam Hussein, yang waktu itu menjadi salah satu pemimpin negara Arab paling berpengaruh.


Strategi ini berhasil. Begitu Perang Iran-Irak usai pada 1988, Mesir sudah tak lagi dikucilkan di Arab dan dua tahun kemudian markas Liga Arab dikembalikan ke Kairo.


Saat urusan dengan Dunia Arab selesai, Mubarak pun mencari pengaruh yang lebih besar di dunia. Ketika Irak menginvasi Kuwait, Agustus 1990, Mesir menjadi salah satu negara pertama yang menentang dan mendesak Irak segera mundur.


Mesir pun menjadi negara Arab pertama yang bergabung dalam pasukan koalisi multinasional pimpinan AS untuk menendang Irak—negara yang pernah menyelamatkannya dari isolasi—dari Kuwait, 1991. Sikap dan peranannya yang sangat besar dalam membantu pasukan Barat di Perang Teluk I itu (termasuk mengizinkan kapal-kapal perang melintasi Terusan Suez) mendapat hadiah tak sedikit.


AS membujuk sekutu-sekutunya di Eropa, G-8, dan negara- negara Arab di kawasan Teluk Persia untuk menghapus utang Mesir hingga senilai 14 miliar dollar AS. Sepanjang 1990-an, bantuan AS terhadap Mesir pun terus meningkat. Mesir menjadi negara penerima bantuan terbesar kedua dari AS setelah Israel dengan nilai bantuan rata- rata 2 miliar dollar AS per tahun.


Namun, sekali lagi, dengan kemampuan Mubarak, yang seolah selalu tahu ke mana arah angin berembus, bantuan itu tak membuat Mesir ”mengabdi” kepada AS secara membuta. Mubarak terang-terangan menentang rencana invasi AS dan sekutu-sekutunya ke Irak pada 2003.


Meski demikian, posisi makin kukuh di percaturan dunia itu tak dibarengi dengan penguatan sendiri yang makin rapuh di dalam negeri akibat digerogoti korupsi dan kesabaran rakyat yang makin habis terhadap totalitarianisme. Di bawah kebijakan ekonomi liberal yang diterapkan Mubarak, ekonomi Mesir mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang real estat.


Akan tetapi, seperti juga di Indonesia, buah pertumbuhan ekonomi itu hanya dinikmati golongan tertentu di Mesir, yakni orang-orang di lingkaran dalam Mubarak dan NDP. Kelompok-kelompok oposisi mengatakan, kartel bisnis NDP menggunakan kekuasaan mereka untuk memonopoli kemakmuran negara, sementara sebagian besar rakyat masih hidup miskin.


Majalah The Economist menyebut, sekitar 40 persen dari total 83 juta rakyat Mesir hidup dengan penghasilan di bawah 2 dollar AS (Rp 17.800) per hari.


Mengira pilar-pilar penopang rezimnya masih cukup kokoh, Mubarak pun terlena dalam posisinya. Membiarkan ketidakadilan, penyiksaan warga, pemberangusan pers, dan demokrasi abal-abal berjalan seperti biasa. Sampai suatu ketika, generasi muda Mesir, yang sebagian besar baru lahir setelah Mubarak berkuasa dan dibukakan matanya oleh teknologi telekomunikasi, memutuskan, waktunya sudah tiba bagi sang diktator untuk pergi, menyusul rekan-rekannya dari belahan dunia lain.

Sabtu, 12 Februari 2011


Kerajaan Kubu (yang menurut saya) digunakan sebagai nama dari Kabupaten Kubu Raya adalah sebuah Kerajaan yang ada di Wilayah Kalimantan Barat.

Kerajaan Kubu didirikan oleh Syarif Idrus, seorang penyebar ajaran islam dari Ar-Ridha Trim Hadralmaut. Rombongannya yang berjumlah 45 orang tiba pada 17 ramadhan 1144 Hijriah (1720 Masehi). Sebelumnya sempat berlabuh di Palembang, Semarang, Sukadana dan Mempawah, akhirnya mereka mendirikan perkampungan baru di daerah Suka Pinang. Kampung ini kemudian juga didiami penduduk Dayak dan berkembang pesat di bidang perdagangan. Kemudian kampung ini dipindahkan ke daerah Kubu sekarang. Dinamakan demikian karena saat itu memang dibangun kubu pertahanan dari kayu dan galian tanah untuk menghindari gangguan musuh dan bajak laut. Benteng pertahanan ini cukup ampuh menahan serangan musuh sehingga penduduknya menjadi lengah dan terlalu berharap dengan kekuatan bentengnya. Akhirnya suatu ketika raja Syarif Idrus tewas tanpa perlawanan ketika serangan oleh kerajaan Siak.

Putra mahkota, Syarif Muhammad, kemudian menduduki takhta kerajaan dan melanjutkan pengakuan pada pemerintahan Belanda, seperti yang dilakukan Syarif Idrus. Saudara kandungnya, Syarif Alwi bin Idrus, menyatakan tidak setuju atas kejadian tersebut dan meninggalkan kota Kubu menuju Gunung Ambawang bersama rombongannya. Secara terang-terangan ia mengibarkan bendera Inggris sebagai pernyataan menentang Belanda. Syarif Alwi kemudian dikejar-kejar Belanda hingga kemudian ia sampai dan mendiami daerah jajahan Inggris di Serawak.

Sementara itu kerajaan Kubu tetap dibawah jajahan Belanda. Raja terakhir Kubu, Syarif Hassan pada zaman Jepang diangkat menjadi ketua Bestuur Komite bentukan Jepang. Setelah Jepang bertekuk lutut pada Sekutu, Syarif Hassan dipilih rakyat menjadi Self Bestuur kerajaan Kubu pada 1949-1958. Kerajaan Kubu kemudian berakhir dan diserahkan kepada pemerintahan republik Indonesia.

Mempawah


Ibukota Kabupaten Pontianak adalah Mempawah yang memiliki julukan Bumi Galahherang dengan luas 254,40 km. Kota ini terletak di jalur perdagangan antara Pontianak, Singkawang dan Sambas. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang di sebelah Utara, Kabupaten Ketapang di bagian Selatan dan Laut Natuna di bagian Barat dan dengan Kabupaten Landak di bagian Timur.

Di Mempawah pernah berdiri kerajaan pada abad 17 dan rajanya yang terkenal adalah Opu Daeng Menambon. Peninggalan sejarah kerajaan Mempawah masih dapat kita saksikan sampai saat ini. Makam Opu Daeng Menambon terletak sekitar 5 km dari Desa. Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Beliau adalah raja Mempawah yang pertama dengan gelar Pangeran Mas Surya Negara yang wafat pada 26 Syafar 1175 (kalender Islam). Letak makamnya di atas bukit dan untuk menuju ke atas dengan melewati anak tangga yang ada. Makam ini sering dikunjungi masyarakat setempat pada hari Kamis dan Minggu.

Masjid Keraton Jami'atul Khair berdiri tanggal 25 Desember 1906 oleh Panembahan Menpawah Mohammad Atufik Akamaddin. Masjid ini terletak tak jauh dari Keraton Arnantubillah, di tepi Sungai Mempawah.

Keraton Amantubillah didirikan oleh Raja Adidaya pada tahun 1961 dan beliau rnerupakan raja pertama dari Kerajaan Mempawah. Salah satu peninggalannya adalah Keraton Amantubillah yang terletak di kelurahan pedalaman, Kecamatan Mempawah Hilir. Keraton ini dibangun kembali oleh Panembahan Mohd. Atufik Akamaddin pada 1922 karena bangunan lama habis terbakar. Keunikan dalam keraton ini adalah terdapatnya Sigondah yang memiliki banyak cerita keanehannya.

Masih berkaitan dengan Kerajaan Mempawah, Syayid Al Habib Husein Al Qadry bergelar Tuanku Besar di kerajaan itu. Beliau wafat Rabu, 3 Djulhijjah 1184 (kalender Islam) dan dimakamkan di Desa Sejeki, Kecamatan Mempawah Hilir. Pada masa Kerajaan Mempawah beliau adalah seorang tokoh dalam menyebarkan agama Islam di bumi Galahherang ini. Beliau juga tabib istana yang memiliki kesaktian mandraguna sehingga banyak dibutuhkan masyarakat. Hingga kini makamnya banyak dikunjungi masyarakat terutama pada hari besar Islam dan hari libur.

Obyek wisata pantai di Mempawah adalah Pantai Kijing yang terletak di Kecamatan Kunyit berhadapan langsung dengan Pulau Temajo. Luas pantai ini 20 ha dan memiliki berbagai fasilitas diantaranya penginapan, warung makan, taman bermain. panggung terbuka dan areal parkir yang luas.

Teluk Paku Pulau Temajo berjarak sekitar 5 km dari pantai Desa Sungai Kunyit yang dapat ditempuh dengan perahu motor selama 45 menit. Temajo memiliki pantai dan panorama yang indah khususnya di Teluk Paku. Di teluk ini kita dapat menikmati indahnya suasana pantai dan di kejauhan terdapat deretan pulau kecil seperti Pulau Datuk, Pulau Pandamar dan Pulau Setinjang. Sedangkan di malam hari dapat disaksikan kegiatan nelayan yang melaut dengan lampu minyak yang berkelap-kelip dikejauhan seperti kunang-kunang di tengah lautan.

Potensi pantai lainnya adalah Pantai Jungkat, kawasan wisata terpadu yang berlokasi di tepi jalan raya Jungat, Kecamatan Siantan. Kawasan wisata ini memiliki panorama alam yang indah serta memiliki berbagai fasilitas dan atraksi wisata.

Sebuah bangunan klenteng yang indah juga bisa dilihat di tengah kota Mempawah yaitu Vihara Thien Hew Sin Mu yang dibangun tahun 1908 dan hingga saat ini sudah mengalarni dua kali pemugaran.

Sejarah Kabupaten Pontianak


Masa Penjajahan Belanda. Belanda telah berada di Mempawah sejak Kerajaan Mempawah dipimpin oleh Pangeran Adi Wijaya (Gusti Jamiril). Tahun 1928 Belanda mengirimkan seorang Gezaghebber bernama Stein untuk menumpas pemberontak dan mendampingi Raja Mempawah yang pada masa itu dijabat oleh Panembahan Mohammad Taufik Accamadin. Gezaghebber Stein merupakan wakil Pemerintah Hindia Belanda pertama yang bertugas di Mempawah. Tahun 1930 ia digantikan oleh Tancate yang kemudian digantikan pula oleh J Apel sebagai Controleur pada 1942. J Apel kemudian mati dibunuh Jepang pada masa pendudukan Jepang.

Masa Pendudukan Jepang. Pada akhir bulan Desember 1942 Jepang mulai menempatkan wakil pemerintahannya di Mempawah, berpangkat Bun Kei Kai Ri Kan - sederajat dengan Controleur atau Wedana. Bun Kei Kai Ri Kan pertama bernama N Nakanichi yang terkenal akan kekejamannya. Raja Mempawah Panembahan Mohammad Taufik Accamadin termasuk salah satu korban pembunuhannya. Tahun 1944 ia melakukan pembunuhan massal terhadap pemuka-pemuka masyarakat yang dimakamkan di daerah Mandor - kini dikenal sebagai Makam Juang Mandor. Pada tahun itu juga ia digantikan oleh T Murai. Saat itu Swapraja Mempawah (zelfbertuur) dikuasai oleh Bestuur Commisie (Riti Royo Hiogikai) yang dibentuk untuk mengisi kevakuman pemerintah Kerajaan Mempawah setelah Panembahan Mohammad Taufik Accamadin meninggal dunia sedangkan putranya belum dewasa. Pada pertengahan 1945 T Murai diganti oleh Z Hayasi, kemudian diganti lagi oleh Ueno. Tanggal 15 September 1945 Jepang menyerah kalah pada tentara Sekutu.

Masa Pendudukan NICA. Pada bulan September 1945 tentara Inggris dari Australia di bawah pimpinan Chrietissen mendarat di pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia. Pendaratan tentara Sekutu dimanfaatkan oleh Belanda untuk masuk kembali ke Indonesia. Oleh NICA, Mempawah ditetapkan sebagai Wilayah Kekuasaan Onder Afdeling yang dipimpin oleh M. Syarief.

Pembentukan Kabupaten Pontianak. Surat Keputusan Menteri Republik Indonesia nomor PEM 20/6/10 tanggal 8 September 1951 memutuskan pembagian wilayah administratif baru di Kalimantan Barat yang terdiri dari 6 kabupaten administratif dan 1 kota administratif. Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak yang ditetapkan beribukota Pontianak merupakan penggabungan Swapraja Mempawah, Landak dan Kubu. Dengan Surat Keputusan Menteri Pemerintahan Umum Otonomi Daerah nomor Des.52/1/9-11 tanggal 5 Februari 1963 ibukota kabupaten dipindahkan ke Mempawah. Sampai tahun 1999 Kabupaten Pontianak membawahi 20 kecamatan. Selanjutnya dengan adanya Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia nomor 22 tahun 1999 tanggal 25 Maret 1999 terbentuk tiga kecamatan baru, yakni Kuala Behe, Sebangki dan Mandor B. Kemudian dilakukan pemekaran wilayah otonom dengan dikeluarkannya Undang-Undang Republik Indonesia nomor 55 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 tentang pembentukan Kabupaten Landak yang beribukota Ngabang. Kabupaten Pontianak membawahi 13 kecamatan, 7 kelurahan, 154 desa dan 557 dusun.

Sejarah Kalimantan Barat


Provinsi Kalimantan Barat terbentuk tanggal 1 Januari 1957. Pembentukannya berbarengan dengan provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Pada awal kemerdekaan, wilayah Kalimantan Barat merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan.

Penghuni pertama Kalimantan Barat diperkirakan hidup di kawasan pantai dan pinggiran Sungai Kapuas. Pada abad ke 5, mereka sudah menjalin hubungan dagang dengan India, Cina, dan Timur-Tengah. Mereka termasuk dalam rumpun Melayu.

Di Kalimantan Barat sedikitnya pernah berdiri 13 kerajaan. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Tanjungpura, Sukadana, Simpang, Mempawah, Sambas, Landah, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu, dan Pontianak. Tumbuhnya kerajaan tersebut bermula dari kedatangan Prabu Jaya, anak Brawijaya dari Pulau Jawa.

Tahun 1598, Belanda mulai mendarat di Kalimantan. Namun kolonialisme baru mencengkram Kalimantan pada abad ke 17. Ketika itu, Belanda dan Inggris berusaha untuk menguasan perdagangan. Sementara itu, Kerajaan Bugis juga berusaha menguasai Kalimantan. Mereka kemudian mendirikan kerajaan baru di Mempawah. Selain itu, lahir pula Kesultanan Pontianak, yang pada masa pemerintahan Sultan Hamid menggabungkan diri dengan Republik Indonesia.

Pada abad ke 19, Belanda dan Inggris semakin intensif memaksakan monopoli dagangnya di berbagai kesultanan. Mereka juga menyebarkan agama kristen. Agar bisa mendominasi perdagangan, mereka harus mematahkan berbagai perlawanan beberapa kesultanan dan suku yang tidak mau tunduk. Pada awal abad ke 20, Belanda telah menguasai daerah pedalaman. Namun tahun 1930, Belanda baru berhasil menduduki Kalimantan, Kecuali Kalimantan Utara yang dikuasai oleh Inggris.

Dalam abad ke 20 ini, mulai bermunculan gerakan-gerakan kebangsaan. Berbagai pergerakan merupakan cabang pergerakan di Jawa. Hal ini disebabkan oleh sistem perhubungan Kalimantan dengan Jawa yang sudah mulai baik. Rakyat yang merasa tertekan oleh penjajah Belanda, membentuk wadah-wadah perjuangan.

Organisasi politik pertama yang berdiri di Kalimantan Barat adalah Syarikat Islam tahun 1914. dalam waktu singkat, Syarikat Islam berkembang dengan cepat, dimana perkembangannya ditunjang pula oleh para raja dan bangsawan. Pada tahun 1922, lahir organisasi baru beraliran komunis, bernama Syarikat Rakyat. Organisasi ini dipimpin oleh Gusti Sulung Lelanang, mantan aktivis Syarikat Islam.

Organisasi lainnnya yang terbentuk di Kalimantan Barat adalah Muhammadiyah. Cabang organisasi Islam ini dibuka oleh dua orang guru agama dari Sumatera Barat. Mulai tahun 1932, Muhammadiyah berkembang pesat, mereka membuka cabang di Pontianak, Sungai Bakau Kecil, Singkawang, dan Sambas.

Tahun 1936, Partai Indonesia Raya (Parindra) membuka cabangnya di Kalimantan Barat. Setelah itu, mereka membuka cabang di beberapa wilayah Kalimantan Barat seperti di Pontianak, Ngabang, Sambas, dan Singkawang. Selain pergerakan yang merupakan cabang dari Jawa, muncul pula organisasi politik lokal seperti Persatuan anak Borneo. Namun organisasi ini berada di bawah pengaruh Belanda, dan tidak berperan dalam memunculkan kesadaran kebangsaan.

Pada bulan Februari 1942, Jepang mendarat di Kalimantan dan langsung mengambil alih kekuasaan Belanda. Jepang kemudian melarang organisasi politik dan melakukan pemaksaan dan peindasan terhadap rakyat. Berbagai kegiatan rakyat dipusatkan untuk tujuan perang Jepang. Kungkungan dan kekejaman Jepang berakhir ketika "Sang Saudara Tua" ini kalah dalam perang, menyerah terhadap sekutu.

Berita proklamasi kemerdekaan sampai di Kalimantan Barat tanggal 18 Agustus 1945. setelah berita proklamasi ini menyebar, para pejuang Kalimantan Barat segera membentuk organisasi yang diberi nama Panitia Penyongsong Republik Indonesia (PPRI). Setelah itu, mulailah era usaha mempertahankan kemerdekaan.

Upaya untuk mewujudkan pemerintahan Republik Indonesia di Kalimantan Barat mendapat kendala karena Belanda kembali menguasai daerah ini. Perjuangan untuk mengusir Belanda dilakukan dengan jalan militer dan politik. Di jalan militer, pada pejuang melakukan serangan-serangan terhadap pos-pos pertahanan Belanda. Di bidang politik, perjuangan dilakukan dengan mendirikan berbagai organisasi perjuangan, seperti Gabungan Persatuan Indonesia (Gapi), Persatuan Bangsa Indonesia Sambas (Perbis), Pemuda Indonesia Merdeka (PIM), Gerakan Indonesia Merdeka (Gerindo), Persatuan Muslim Indonesia (Permi), dan Gerakan Pemuda Indonesia (Gerpindo).

Belanda melakukan berbagai penangkapan terhadap pejuang. Akibatnya banyak pejuang yang terpaksa menyingkir ke daerah pedalaman. Mereka kemudian membentuk satuan-satuan semi militer dengan beranggotakan bekas Heiho dan penduduk. Perjuangan melawan Belanda semakin sengit ketika Belanda bermaksud mendirikan negara Kalimantan. Lewat Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda menjadikan Kalimantan Barat sebagai negara bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).

Namun keberadaan RIS tidak diterima rakyat. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Kalimantan kembali menjadi bagian dari Republik Indonesia. Sebagai gubernur Provinsi Kalimantan setelah pembubaran RIS, diangkat Dr. M. Murjani.

Setelah pembentukannya, yaitu, tanggal 1 Januari 1957, Kalimantan Barat mulai menata pemerintahan. Namun karena situasi keamanan baik lokal maupun nasional belum stabil, pemerintahan ketika itu tidak bisa memperbaiki tingkat kehidupan rakyatnya. Setelah berbagai kekacauan berakhir, yang diakhiri dengan penumpasan terhadap peristiwa G30S/PKI, pemerintah daerah Kalimantan Barat dapat melakukan perbaikan kehidupan dan kesejahteraan rakyat.

Toyota Avanza

Toyota Avanza adalah mobil yang diproduksi di Indonesia oleh pabrikan Daihatsu, yang di pasarkan dalam dua merk yaitu Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Mobil ini diluncurkan saat Gaikindo Auto Expo pada 2003 dan terjual 100.000 unit pada tahun tersebut. Nama "Avanza" berasal dari bahasa Italia avanzato, yang berarti "peningkatan".

Versi khusus dari Avanza (S Type) diluncurkan pada akhir 2004 dengan menggunakan mesin VVTi Toyota. Peluncuran versi ini juga ditujukan sebagai "Test Market" bagi rencana pengembangan All Avanza-Xenia VVTi dan Automatic Edition. Edisi khusus ini juga dilengkapi dengan transmisi otomatis. Hanya 200 unit Avanza (S Type) yang diproduksi.

Pada akhir tahun 2006, diluncurkan New Avanza-Xenia dengan perubahan tampilan, aksesoris, peningkatan performa serta mesin baru berteknologi VVTi yang melengkapi semua versi. Pada akhir tahun 2006 juga diluncurkan New S-Type (1.5 S VVTi) yang merupakan versi terlengkap dengan mesin berkapasitas 1500cc VVTi, Rear Parking Sensor, teknologi pengereman ABS serta Alloy 15" Velg Wheels. Mesin 1500cc VVTi yang digunakan oleh Toyota Avanza memiliki spesifikasi yang sama persis dengan Toyota Rush. New S-Type tersedia dalam dua pilihan transmisi, manual dan automatic.

Toyota Avanza juga dipasarkan di sejumlah negara Asia Pasifik seperti Malaysia (Versi 1.5G dilengkapi dengan Airbag), Thailand, dan Filipina, selain itu juga dipasarkan di Afrika Selatan dan Mexico. Sementara Daihatsu Xenia juga dijual di Republik Rakyat Cina dengan konfigurasi kapasitas mesin 4 silinder 1500cc seperti Avanza.

Tipe

Baik Toyota Avanza maupun Daihatsu Xenia, keduanya menggunakan basis chassis dan body yang sama dan diproduksi oleh Astra Daihatsu dibawah supervisi Toyota Astra Motor. Untuk mesin 1300cc(K3-VE) Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia menggunakan mesin yang sama. Perbedaan keduanya terdapat pada kelengkapan tambahan, kualitas interior dan ragam asesoris. Toyota Avanza juga diekspor ke Malaysia dalam bentuk Completely Knock Down dan dirakit oleh pabrik Perodua Manufacturing Sdn. Bhd.

Saat ini Toyota Avanza mengkhususkan diri pada 2 jenis kapasitas mesin (4 silinder 1300cc, dan 4 silinder 1500cc), sedangkan model kembar dari Avanza yaitu Daihatsu Xenia menggunakan 2 jenis mesin yang berkapasitas lebih rendah (3 silinder 1000 cc, dan 4 silinder 1300 cc). Mesin K3-VE dan 3SZ-VE identik dengan mesin yang digunakan oleh Daihatsu GranMax.

Tipe Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia dibawah ini merupakan varian resmi yang dijual untuk pasar di Indonesia. Varian, performa, asesoris dan kelengkapan dapat berbeda di setiap negara.

Toyota

Dipasarkan oleh Dealer Auto2000, Tunas Toyota, Nasmoco dan Astrido Toyota

  • Avanza 1.3E (1300cc) I4 Engine K3-VE/16 Valves DOHC EFI VVTi - Manual (86 hp)
  • Avanza 1.3G (1300cc) I4 Engine K3-VE/16 Valves DOHC EFI VVTi - Manual (86 hp)
  • Avanza 1.3S (1300cc) I4 Engine K3-VE/16 Valves DOHC EFI VVTi - Automatic (86 hp, Edisi Khusus - Tidak Lagi Diproduksi)
  • Avanza 1.5S (1500cc) I4 Engine 3SZ-VE/16 Valves DOHC EFI VVTi ABS - Manual dan Automatic (110 hp)

Daihatsu

Dipasarkan oleh Dealer Daihatsu Astra International (DAI), Tunas Daihatsu, Nasmoco dan Astrido Daihatsu

  • Xenia 1.0Mi (1000cc) I3 Engine EJ-VE/12 Valves DOHC EFI VVTi - Manual (50 hp)
  • Xenia 1.0Li (1000cc) I3 Engine EJ-VE/12 Valves DOHC EFI VVTi - Manual (50 hp)
  • Xenia 1.3Xi (1300cc) I4 Engine K3-VE/16 Valves DOHC EFI VVTi - Manual (86 hp)

Fitur

Standard

Fitur yang tertera di bawah ini merupakan kelengkapan standar yang terdapat pada seluruh versi dan model Toyota Avanza maupun Daihatsu Xenia (VVTi Series) yang diproduksi mulai akhir tahun 2006 hingga saat ini.

  • 13" Velg Wheels (1000cc models)
  • 14" Velg Wheels (1300cc models)
  • 3-spoke Urethane Steering Wheels (4-spoke untuk keluaran 2009 keatas)
  • Collapsible Steering Column
  • 4-speaker audio system with radio and Cassette Playback
  • 50:50 folding 2nd row seats
  • 100:0 folding 3rd row seats
  • Hydrolic Power Steering System
  • Indiglow Speedometer
  • RPM Indicator Meter (1300cc and 1500cc models)
  • MacPherson Strut Suspension
  • All windows equipped with power windows (kecuali tipe Mi)
  • Warning lights on information meters for various safety and engine systems
  • Air-conditioning with rear blower (Toyota Avanza 1.3G and 1.5S)
  • Rear right-left side console box (Hanya tersedia di tipe-tipe Toyota Avanza)
  • Global Outstanding Assessment (GOA) body
  • 3-Point Guard Seat Belts
  • Alarm system with engine immobiliser, siren, cabin sensors, and auto door locks
  • Foglamps and high-mount stop light
  • Child Lock Protector
  • Outer Mirror with turning signal
  • Rear and front Wiper

Model 1500cc

Fitur yang tertera di bawah ini merupakan kelengkapan yang hanya terdapat pada versi dan model Avanza yang berkapasitas mesin 1500cc VVTi (Avanza S-Type) yang diproduksi mulai akhir tahun 2006 hingga saat ini.

  • 15" wheels (1500cc models)
  • Chromed Front Grille With 2 Row Ornament, door handles, backdoor garnish, shift bang
  • Anti Lock Braking System (ABS)
  • Digital Tripmeter
  • Digital Clock
  • Silver Paint Instrument Panel
  • Rear Parking Sensors
  • Outer Side Electric Mirror with turning signal
  • Rear Window Defogger
  • Built-in Front Side Double Stereo Tweeter
  • 2 Din Head Unit CD-Cassete Player With MP3 Playback
  • Indiglow Speedometer with Gear Shift Indicator (In Automatic Transmission Only)
  • Genuine Toyota Side Visor
  • All Seat Head Rest
  • All Seat Safety Belt
  • Front and rear bumper spoiler
  • Side Skirting

Paket Asesoris

Item-item yang tertera di bawah ini merupakan paket asesoris dan variasi tambahan yang dapat di gunakan dan dipasang pada seluruh versi dan model Avanza ataupun Xenia (VVTi Series) yang diproduksi mulai akhir tahun 2006 hingga saat ini.

  • Front and rear bumper spoiler
  • Side Skirting
  • Front and rear bumper guard
  • Muffler cutter
  • Rear Step Cover
  • Roof Rack
  • Body Side protection list
  • Ornament Assy Back Door
  • Windows Side Visor
  • Cargo Net

Paket Pilihan dan Modifikasi

Item-item yang tertera di bawah ini merupakan paket modifikasi yang telah dan pernah diinstalasikan ke Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Paket-paket tersebut di bawah juga telah tersedia versi khusus Avanza-Xenia yang dapat dengan mudah diinstalasikan.

  • Super Charger
  • Turbo Charger
  • SRS Airbag
  • Water Injection
  • Continuously Variable Transmission (CVT Matic)
  • Electric Power Steering System
  • Auto Retractable Mirror

Tiga Skenario untuk Mesir


Kalangan analis mulai mereka-reka sejumlah skenario untuk pergantian rezim di Mesir. Saat krisis semakin memanas di Mesir, mereka mulai melirik pada kesejajaran historis sejumlah negara.

Menghadapi situasi ini sejumlah pertanyaan patut diajukan: apakah gerakan Islam atau orang kuat baru - atau keduanya - akan menguasai kendali, seperti revolusi Iran tahun 1979? Atau tradisi sekuler Mesir dan kekuatan militer memungkinkan transisi demokrasi, seperti yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998? Atau malah ada sesuatu di antara keduanya, seperti hasil revolusi Rumania tahun 1989?

Di era Twitter ini, mungkin hasil akhir tidak akan diketahui selama berminggu-minggu.

Di Iran saat terjadi revolusi, butuh waktu empat bulan bagi warga Iran untuk mengusir Syah Iran meninggalkan negaranya setelah terjadi aksi penembakan kepada para demonstran.

Sementara di Mesir saat ini tidak ada gerakan nyata untuk demokrasi. Padahal untuk sebuah demokrasi diperlukan adanya proses reformasi yang hati-hati. Dan, pemilihan presiden berikutnya baru akan dijadwalkan September mendatang.

Agar proses pergantian berlangsung damai, ada perubahan kunci yang diperlukan yakni mengubah Pasal 76 dari konstitusi. Pasal itu menetapkan persyaratan berat munculnya kandidat oposisi untuk pencalonan presiden; menghapus hukum darurat yang memberdayakan dinas keamanan untuk menahan tanpa adanya dakwaan kepada mereka yang dianggap mengancam negara; mengembalikan pengawasan peradilan pemilu, termasuk keberadaan hakim di setiap TPS, dan memastikan bahwa mesin negara (seperti televisi) berada di tangan orang netral.

Reformasi itu, tentu saja, belum tentu akan menjamin hasil yang bermanfaat untuk kepentingan AS.

Belajar dari sejarah, inilah tiga skenario yang mungkin paling banyak dibicarakan oleh para analis.

1. Skenario Iran

Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi, seperti Presiden Mesir Hosni Mubarak hari ini, adalah jangkar kekuasaan AS di Timur Tengah yang memelihara hubungan dengan Israel. Ia progresif, dengan pendekatan sangat sekuler.

Tetapi ketika ia digulingkan dalam sebuah revolusi populer, klik teokratis yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini - yang lama diasingkan - merebut kekuasaan dan menekan gerakan yang awalnya dipimpin oleh mahasiswa. Selain itu, hasilnya sangat merusak bagi Amerika Serikat, dengan Iran menjadi pendukung utama militan anti-Israel di wilayah tersebut.

Paralel ini tidak sempurna - tidak ada pemimpin spiritual atau pemimpin agama Mesir yang hidup di Paris menunggu kemenangan kembali ke Kairo - tetapi beberapa ahli prihatin tentang kemungkinan gerakan Islamis Mesir meraih kendali pemberontakan. Ikhwanul Muslimin telah lama menjadi kekuatan ilegal tapi semi ditolerir dalam politik Mesir.

Mubarak menjepit kekuatan oposisi moderat dan menggunakan Ikhwanul Muslimin sebagai alasan untuk menangkis tuntutan Barat untuk kebebasan yang lebih besar. "Jika mereka mendapatkan kendali, itu hampir tidak mungkin bagi rakyat untuk mengambil kembali," kata mantan pejabat Departemen Luar Negeri Leslie Gelb, mengacu pada Ikhwanul.

Ian Johnson, seorang wartawan yang pernah menulis gerakan ini, mengutip mantan pemimpinnya yang mengatakan, "dia masih ingin memaksakan hukum Islam, atau syariah, di Mesir, tetapi dia akan melakukannya perlahan-lahan, membangun dukungan di tingkat akar rumput daripada memaksakan dari atas, seperti yang dilakukan di Iran."

Soal kekuatan Ikhwanul Muslimin ini, antropolog Scott Atran mengatakan Ikhwanul hanya dapat mengandalkan 100 ribu pengikut dari populasi lebih dari 80 juta.

2. Skenario Indonesia

Pada tahun 1998, kekuasaan otoriter Presiden Soeharto selama 32 tahun berakhir. Dia adalah sekutu lama AS yang penghentiannya sangat ditakuti di Gedung Putih. Tetapi pada akhirnya, negara Muslim yang paling padat penduduknya itu membuat transisi berantakan dan panjang menuju demokrasi. Dan sampai sekarang tetap menjadi mitra utama dari Amerika Serikat.

Thomas Carothers, wakil presiden untuk studi di Carnegie Endowment for International Peace, merujuk pengalaman Indonesia sebagai skenario yang lebih mungkin untuk Mesir dibanding skenario Iran. Meski hal itu, menurut dia, jalan itu masih akan sulit. Tetapi ada kesamaan antara Mesir dan Indonesia: tradisi yang relatif sekuler, militer yang kuat yang (sejauh ini) menolak untuk menindas pengunjuk rasa, dan pemberontakan yang dipimpin oleh campuran dari pemuda dan masyarakat sipil.

Hal yang sama juga diungkapkan Tom Malinowski dari Human Rights Watch. Menurut dia, pemulihan kebebasan politik di Mesir akan memberdayakan kekuatan politik lebih moderat untuk muncul, seperti di Indonesia, dengan militer membantu untuk memberikan stabilitas selama transisi.

3. Skenario Rumania

Revolusi Rumania menggulingkan --dan membunuhnya- seorang diktator pada tahun 1989. Sayangnya, dalam beberapa bulan elite militer dan Komunis merekayasa kelangsungan hidup mereka dengan presiden yang telah direncanakan yakni sekutu mantan diktator, memenangkan 85 persen suara dalam pemilu Mei 1990.

Aparat keamanan Mesir yang berjumlah 1 juta orang sangat mungkin meniru skenario Rumania. Dimana elite penguasa negara itu secara perlahan akan memeras kehidupan dari oposisi dengan menjadikan Mubarak seorang tokoh transisi dan memberlakukan beberapa reformasi kosmetik dengan memberikan ilusi perubahan.

Kontrol negara terhadap media tidak akan diangkat dan pemilu masih akan dimanipulasi untuk memastikan pemilihan presiden terikat pada struktur kekuasaan saat ini.

Apa yang menyelamatkan Rumania pada akhirnya adalah bahwa ia ingin menjadi anggota NATO dan Uni Eropa. Dan akhirnya sistem pemerintahan yang lebih demokratis muncul. Namun insentif tersebut saat ini tidak tersedia untuk Mesir.

Mubarak lengser mirip Indonesia


Sehari sebelum Presiden Mesir Husni Mubarak menyatakan mundur, Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah memberikan sinyal-sinyal bahwa AS mendukung turunnya Mesir.

"Kita akan melihat sejarah baru di Mesir," begitu kata Obama, Kamis 10 Februari, sehari sebelum Mubarak lengser.

Mubarak akhirnya resmi mundur pada 11 Februari 2011 dan menyerahkan kekuasannya kepada Dewan Tertinggi Militer.

Keputusan itu tak terlalu mencengangkan, mengingat Amerika Serikat juga sudah mempersiapkan tiga skenario untuk Mesir. Pertama skenario seperti penggulingan Shah Iran Mohammad Reza Pahlevi. Kedua, skenario seperti lengsernya Soerhato di Indonesia. Ketiga, skenarioa seperti Rumania.

Dari ketiga skenario itu, senario Indonesia adalah yang paling cocok buat Mesir. Terbukti, Mubarak mundur dan menyerahkan kekuasaannya dengan damai kepada militer. Di Indonesia Soeharto mundur, lalu diserahkan kepada wakil presiden B.J. Habibie. Inilah detail kesamaan Mesir dan Indonesia:

Pada tahun 1998, kekuasaan otoriter Presiden Soeharto selama 32 tahun berakhir. Dia adalah sekutu lama AS yang penghentiannya sangat ditakuti di Gedung Putih. Tetapi pada akhirnya, negara Muslim yang paling padat penduduknya itu membuat transisi berantakan dan panjang menuju demokrasi. Dan sampai sekarang tetap menjadi mitra utama dari Amerika Serikat.

Thomas Carothers, wakil presiden untuk studi di Carnegie Endowment for International Peace, merujuk pengalaman Indonesia sebagai skenario yang lebih mungkin untuk Mesir dibanding skenario Iran. Meski hal itu, menurut dia, jalan itu masih akan sulit. Tetapi ada kesamaan antara Mesir dan Indonesia: tradisi yang relatif sekuler, militer yang kuat yang (sejauh ini) menolak untuk menindas pengunjuk rasa, dan pemberontakan yang dipimpin oleh campuran dari pemuda dan masyarakat sipil.

Hal yang sama juga diungkapkan Tom Malinowski dari Human Rights Watch. Menurut dia, pemulihan kebebasan politik di Mesir akan memberdayakan kekuatan politik lebih moderat untuk muncul, seperti di Indonesia, dengan militer membantu untuk memberikan stabilitas selama transisi.

Sejarah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

Sekilas Tentang PSSI


PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda,

Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.


Awal Mula Berdirinya PSSI


PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.


Setelah berhenti dari “Sizten en Lausada” ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.


Untuk melaksanakan cita – citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh – tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri – ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain – lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).


Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil – wakil dari VIJ (Sjamsoedin – mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.


Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya “menentang” berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan “stridij program” yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut “Steden Tournooi” dimulai pada tahun 1931 di Surakarta .


Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan – jalan atau tempat – tempat dan di alun – alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan” yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.


Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.


Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria “Winner Sport Club “ pada tahun 1936.


Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut “Gentelemen's Agreement” yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.


Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 – 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.


M asuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).


Perkembangan PSSI


Pasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan.


Hal ini disebabkan pada cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi nasional kita telah tertinggal.


Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani.


Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari :


• Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.


• Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.


• Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.


• Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir.


• Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain:


• Dibawah usia 15 tahun (U-15)


• Dibawah usia 17 tahun (U-170


• Dibawah Usia 19 tahun (U-19)


• Dibawah usia 23 tahun (U-23)


• Sepakbola Wanita


• Futsal.


PSSI pun mewadahi pertandingan – pertandingan yang terdiri dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan PSSI sesuai dengan program yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI. Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertandingan – pertandingan lainnya yang mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar negeri dengan ijin PSSI.


Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat daerah – daerah di seluruh Indonesia . Hal ini membuat Sepakbola semakin menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat.


Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat congress FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.


Lebih dari itu PSSI tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu – satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.

Indonesia Taklukkan Hong Kong 4-1


Timnas Pra Olimpiade Indonesia berhasil mengalahkan Timnas U23 Hong Kong dengan skor 4-1 dalam laga uji coba di Pho Kong Village Park, Hong Kong, Rabu (9/2). Gol kemenangan tim asuhan pelatih Alfred Riedl ini persembahkan oleh Yongki Aribowo (menit 25), gol bunuh diri (30), Titus Bonai (67) dan Aris Alfiansyah (80).

Kecuali pemain yang tengah mengalami cedera dan Ruben Wuarbanaran yang belum berpaspor Indonesia, Alfred Riedl menurunkan semua pemain yang diboyong Ke Hong Kong. Dalam pertandingan ini, kedua kesebelasan memang tidak dibatasi dalam melakukan pergantian pemain.

Secara umum, pelatih Alfred Riedl mengaku puas atas permainan anak asuhnya. “ Permainan timnas makin meningkat. Koordinasi antar pemain juga semakin bagus. Tinggal masalah fisik dan cedera pemain saja yang menjadi kendala,” kata Alfred Riedl, usai pertandingan.

Meksi baru pertama bertanding di lapangan sintetis, penampilan Yongki Aribowo dkk memang lebih baik dibandingkan dengan ketika ditahan imbang 1-1 oleh Pelita Jaya U21. Mereka juga tampil lebih bersemangat dengan dukungan masyarakat Indonesia yang berada di Hong Kong.

“ Atmosfer di sini cukup bagus. Pemain senang tampil di lapangan yang bagus dan cuaca pun cukup bersahabat. Kami ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Teguh Wardoyo, Konjen RI yang turut menyaksikan pertandingan ini dengan membawa supporter Indonesia,” kata Iman Arif, manajer sementara yang memimpin Timnas Pra Olimpiade selama berada di Hong Kong dibantu oleh asisten manajer Andika Nuraga Bakrie.

Rombongan Timnas Pra Olimpiade dijadwalkan kembali ke tanah air, Kamis (10/2) pagi. Sebelum melanjutkan latihan, para pemain akan mendapatkan kesempatan libur selama dua hari. (asp)

Starting Line-Up Indonesia


Penjaga Gawang : Kurnia Meiga
Belakang : Ahmad Farisi, Gunawan Dwi Cahyo, Septi Hadi, Safri Umri
Tengah : David Laly, Hendro Siswanto, Titus Bonai, Engelbert Sani
Depan : Fauzi, Yongki Aribowo.Timnas Pra Olimpiade Indonesia berhasil mengalahkan Timnas U23 Hong Kong dengan skor 4-1 dalam laga uji coba di Pho Kong Village Park, Hong Kong, Rabu (9/2). Gol kemenangan tim asuhan pelatih Alfred Riedl ini persembahkan oleh Yongki Aribowo (menit 25), gol bunuh diri (30), Titus Bonai (67) dan Aris Alfiansyah (80).

Kecuali pemain yang tengah mengalami cedera dan Ruben Wuarbanaran yang belum berpaspor Indonesia, Alfred Riedl menurunkan semua pemain yang diboyong Ke Hong Kong. Dalam pertandingan ini, kedua kesebelasan memang tidak dibatasi dalam melakukan pergantian pemain.

Secara umum, pelatih Alfred Riedl mengaku puas atas permainan anak asuhnya. “ Permainan timnas makin meningkat. Koordinasi antar pemain juga semakin bagus. Tinggal masalah fisik dan cedera pemain saja yang menjadi kendala,” kata Alfred Riedl, usai pertandingan.

Meksi baru pertama bertanding di lapangan sintetis, penampilan Yongki Aribowo dkk memang lebih baik dibandingkan dengan ketika ditahan imbang 1-1 oleh Pelita Jaya U21. Mereka juga tampil lebih bersemangat dengan dukungan masyarakat Indonesia yang berada di Hong Kong.

“ Atmosfer di sini cukup bagus. Pemain senang tampil di lapangan yang bagus dan cuaca pun cukup bersahabat. Kami ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Teguh Wardoyo, Konjen RI yang turut menyaksikan pertandingan ini dengan membawa supporter Indonesia,” kata Iman Arif, manajer sementara yang memimpin Timnas Pra Olimpiade selama berada di Hong Kong dibantu oleh asisten manajer Andika Nuraga Bakrie.

Rombongan Timnas Pra Olimpiade dijadwalkan kembali ke tanah air, Kamis (10/2) pagi. Sebelum melanjutkan latihan, para pemain akan mendapatkan kesempatan libur selama dua hari. (asp)

Starting Line-Up Indonesia


Penjaga Gawang : Kurnia Meiga
Belakang : Ahmad Farisi, Gunawan Dwi Cahyo, Septi Hadi, Safri Umri
Tengah : David Laly, Hendro Siswanto, Titus Bonai, Engelbert Sani
Depan : Fauzi, Yongki Aribowo.

Indonesia Peringkat 129 FIFA


Setelah berhasil naek ke peringkat 126 FIFA pada Januari 2011, peringkat Indonesia turun lagi menjadi peringkat 129 FIFA.

Nggak tahu apakah peringkat ini turun karena kisruhnya PSSI dibawah Nurdin Halid atau karena memang semua negara Asia Tenggara turun perinkat.

Tetapi kalo diperhatikan peringkat negara lain, negara tetangga Malaysia naek 2 peringkat ke 140.

Updated terakhir 02 Feb 2011
Release selanjutnya 09 Mar 2011
Kita lihat rangkingnya yang direlease FIFA tanggal 2 Februari 2011 ini.


Ranking

Team

Pts
Feb 11

+/- Ranking
Jan 11

+/- Pts
Jan 11

1

SpainSpain

1887

0

Equal

0

2

NetherlandsNetherlands

1723

0

Equal

0

3

GermanyGermany

1485

0

Equal

0

4

BrazilBrazil

1446

0

Equal

0

5

ArgentinaArgentina

1367

0

Equal

29

6

EnglandEngland

1195

0

Equal

0

7

UruguayUruguay

1152

0

Equal

0

8

PortugalPortugal

1090

0

Equal

0

9

CroatiaCroatia

1075

0

Equal

0

10

GreeceGreece

1016

1

Up

0

11

NorwayNorway

995

1

Up

0

12

RussiaRussia

982

1

Up

0

13

ItalyItaly

965

1

Up

0







120

ThailandThailand

237

-1

Down

-7

121

Sierra LeoneSierra Leone

233

2

Up

0

122

Congo DRCongo DR

232

6

Up

21

123

TanzaniaTanzania

231

-3

Down

-12

123

EthiopiaEthiopia

231

1

Up

0

125

YemenYemen

230

2

Up

8

126

GuatemalaGuatemala

220

-9

Down

-27

127

KenyaKenya

208

-2

Down

-17

128

DominicaDominica

196

1

Up

0

129

IndonesiaIndonesia

192

-3

Down

-32

130

Puerto RicoPuerto Rico

187

1

Up

3

131

LuxembourgLuxembourg

185

1

Up

5

132

BarbadosBarbados

183

-2

Down

-4

133

TurkmenistanTurkmenistan

182

0

Equal

9

134

VietnamVietnam

172

2

Up

5

135

Faroe IslandsFaroe Islands

171

-1

Down

0

135

RwandaRwanda

171

-1

Down

0

137

KazakhstanKazakhstan

161

0

Equal

0

138

NamibiaNamibia

157

0

Equal

1

139

ChadChad

147

1

Up

0

140

MalaysiaMalaysia

145

2

Up

0

141

TajikistanTajikistan

141

2

Up

0

142

SingaporeSingapore

139

-3

Down

-12

143

Hong KongHong Kong

138

3

Up

10

144

BurundiBurundi

134

-4

Down

-13

145

IndiaIndia

126

-1

Down

-6

146

Guinea-BissauGuinea-Bissau

121

1

Up

0

147

LiechtensteinLiechtenstein

116

1

Up

0

148

St. Vincent and the GrenadinesSt. Vincent and the Grenadines

110

-4

Down

-22

149

MyanmarMyanmar

108

0

Equal

-1

150

Netherlands AntillesNetherlands Antilles

107

0

Equal

0